Profil Saya
- Agus Sunantyo
- Staff Pengajar di SMA Negeri 1 Tanjung Selor Masa kerja : 26 Juli 1989 - sekarang, Mengajar : Sejarah dan Geografi, Pembina Ekskul : KIR,Basket,Karate
Blog Archive
-
▼
2015
(8)
-
▼
Maret
(8)
- Seruduk Mboh Ma di Lao ( Adat suku Bajo Mola Selat...
- 7 Alur Setifikasi Tahun 2015 7 Alur Setifikasi Tah...
- Perbaikan Vegetasi dan Sumur Resapan Tekan Dampak ...
- LIPI Diseminasikan Kajian Kependudukan dan Perubah...
- Informasi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-47 T...
- Pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik Tahun 2015
- PENERAPAN PEMBELAJARAN JIG – STAD BERBASIS TIK SEB...
- GO GREEN SCHOOL
-
▼
Maret
(8)
Materi Sejarah
Materi Geografi
Diberdayakan oleh Blogger.
Entri Populer
-
Pernyataan Seruduk Mbok Di Laut Menunjang Wisata Budaya Wakatobi sesungguhnya adalah suatu akronim dari eksistensi adat Serumpun, Duwata, ...
-
FORMAT PENULISAN a. Usul Penelitian dibuat dengan ukuran kuarto (A4) atau F4 b. Sampul Usul Penelitian c. Pengetikan Usul Pe...
-
A. ABSTRAK Maksimal dua halaman Merupakan sebuah esei yang utuh tanpa mempunyai sub ...
-
Cara Membuat Makalah Yang Baik dan Benar , berikut rangkuman caranya: Langkah-Langkah Dalam Membuat Makalah: 1. Sebelum membuat makalah ...
-
1. PEDOMAN UMUM a. Artikel ilmiah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan kerapatan 1,5 spasi. b. Menggunakan ...
-
Ketentuan Umum : 1. Kertas A4 2. Times Roman 12 3. Spasi 1.5 4. Kelompok kerja 5. Dikumpulkan pada pertemuan I setelah liburan Idul Fit...
-
Bagi seluruh peserta didik kelas XI-IPS setelah melaksanakan ujian semester 2 mata pelajaran geografi tahun 2012 diberitahukan bahwa : 1. ...
-
Disampaikan informasi kepada peserta didik kelas XI ( Geografi ) dan XII ( Sejarah )bahwa penyerahan proposal KTI dan Hasil KTI sebagai beri...
-
Sehubungan dengan semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Semester Genap maka untuk pengumpulan KTI sebagai tugas akhir mata pelajaran Geografi b...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Selama ini proses pembelajaran Sejarah di kelas XII Ilmu Pengetahuan Sosial keban...
Followers
Sabtu, 14 Maret 2015
7 Alur Setifikasi Tahun 2015 - Sertifikasi guru tahun 2015 dilaksanakan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang selanjutnya disebut sertifikasi guru melalui PPG. Berikut alur sertifikasi guru melalui PPG:
- Guru calon peserta sertifikasi guru melalui PPG mengikuti seleksi administrasi yang dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi dan atau kabupaten/kota.
- Semua guru calon peserta sertifikasi guru melalui PPG yang telah memenuhi persyaratan administrasi diikutkan dalam seleksi akademik berbasis data hasil Uji Kompetensi (UKA dan UKG).
- Bagi peserta yang lulus seleksi akademik dilanjutkan dengan penyusunan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
- Bagi guru yang telah memiliki RPL setara dengan 10 SKS atau lebih ditetapkan sebagai peserta workshop di LPTK. Sedangkan guru yang sudah mencapai sekurang-kurangnya 7 SKS dapat melengkapi kekurangan RPL tersebut dengan durasi waktu maksimal 20 hari sejak diumumkan.
- Workshop dilaksanakan selama 16 hari (168 JP) di LPTK meliputi kegiatan pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK)/Penelitian Tindakan layanan Bimbingan dan Konseling (PTBK)/Penelitian Tindakan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTTIK) dan peer teaching/peer counceling yang diakhiri dengan ujian tulis formatif (UTF) dengan instrumen yang disusun oleh LPTK penyelenggara.Peserta sertifikasi guru melalui PPG yang lulus UTF akan dilanjutkan dengan melaksanakan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di sekolah tempat guru bertugas.
- PKM dilaksanakan di sekolah selama 2 bulan (diluar libur antar semester) dengan kegiatan-kegiatan sesuai tugas pokok guru yang meliputi penyusunan perangkat pembelajaran (RPP/RPPBK/RPPTIK), melaksanakan proses pembelajaran/layanan konseling/layanan TIK, implementasi PTK/PTBK/PTTIK, melaksanakan penilaian, pembimbingan, dan kegiatan persekolahan lainnya.
- Peserta sertifikasi guru melalui PPG yang lulus uji kinerja dan Ujian Tulis Nasional (UTN) akan memperoleh sertifikat pendidik, sedangkan peserta yang belum lulus, diberi kesempatan mengulang sebanyak 2 kali untuk ujian yang belum memenuhi syarat kelulusan. Bagi peserta yang tidak lulus pada ujian ulang kedua, peserta dikembalikan ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota untuk memperoleh pembinaan dan dapat diusulkan mengikuti workshoptahun berikutnya.
Jakarta – Upaya menimalisir dampak
kekeringan harus dilakukan dari tahun ke tahun dengan memperbaiki
vegetasi di daerah hulu dan menampung air hujan lewat sumur resapan.
Hal ini harus mulai
dilakukan sebab permasalahan rutin yang selalu muncul adalah banjir di
saat musim hujan dan kekeringan di saat musim kemarau.
Ahli hidrologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Robert Delinom mengatakan upaya memperbaiki vegetasi di hulu, pembuatan sumur resapan harus diintensifkan.
“Perbaikan kondisi
vegetasi hulu sungai diperlukan agar air meresap. Hal ini bisa memberi
manfaat ganda saat musim hujan bisa menekan banjir, saat musim kemarau
kondisi air tanah terjaga,” katanya di Jakarta, Minggu (8/3).
Perbaikan kondisi
vegetasi ini juga disertai langkah menjaga vegetasi hutan dan
perbukitan. Selain itu perlu dibuat sumur resapan di daerah-daerah
resapan air. Untuk mengatasi potensi kekeringan Jakarta, wilayah selatan
Jakarta seperti Depok, Bogor tepat dibuat sumur resapan.
“Semua upaya ini harus
dilakukan dengan disiplin dari tahun ke tahun. Dampaknya tidak seperti
makan cabe yang dirasakan seketika,” ujarnya.
LIPI pun sudah membuat sistem pencadangan air tanah melalui sumur imbuhan buatan untuk air tanah yang disebut Simbat.
Simbat dengan kedalaman 2
meter diameter 80 centimeter dan injeksi mencapai 20 meter bisa dibuat
dengan penyaring sabuk atau ijuk. Kualitas air tadahan hujan pun
memenuhi baku mutu air bersih.
Kepala Bidang Teknologi
Pengendalian Pencemaran Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi Rudi Nugroho memandang pemahaman terkait manfaat sumur resapan
masih minim. Oleh karena itu perlu upaya menggalakkan sumur resapan
penampungan air hujan.
Di samping itu, pengolahan limbah cair domestik mesti dimaksimalkan untuk menekan pencemaran sungai.
“Karena musim kemarau cenderung kualitas sungai mmburuk. Melakukan daur ulang air limbah juga perlu dilakukan,” ucapnya.
Teknologi untuk
penyediaan air bersih sesungguhnya sudah ada. Rudi menjelaskan teknologi
tersebut seperti penggunaan air laut sebagai sumber air bersih dengan
menerapkan teknologi desalinasi maka air laut bisa menjadi air tawar.
“Desalinasi bisa dengan
metode destilasi. Metode membran maupun panas matahari. Saat ini yang
paling banyak diterapkan adalah membran reverse osmosis,” ungkapnya.
Oleh karena itu pemahaman masyarakat akan sumber daya air, kiat-kiat hemat air perlu digencarkan.
Sebelumnya Kepala Pusat
Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Sutopo Purwo Nugroho mengatakan krisis air ini semakin meningkat seiring
bertambahnya jumlah penduduk, degradasi lingkungan dan menurunnya
ketersediaan air.
Sutopo menjelaskan,
menurut kajian Bappenas tahun 2005, untuk wilayah di luar Jakarta,
Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) ditemukan bahwa sekitar
77 persen kabupaten/kota di Jawa telah memiliki satu hingga delapan
bulan defisit air dalam setahun.
“Pada tahun 2025 jumlah
kabupaten/kota yang defisit air meningkat hingga mencapai sekitar 78,4
persen dengan defisit berkisar mulai dari satu hingga dua belas bulan,
atau defisit sepanjang tahun,” katanya.
Di wilayah yang
mengalami defisit tersebut lanjutnya, terdapat 38 kabupaten/kota atau
sekitar 35 persen telah mengalami defisit tinggi. Khusus wilayah
Jabodetabek yang 60 persen pasokan airnya berasal dari waduk Jatiluhur,
sekitar 50 persen kabupaten/kota tersebut mengalami defisit air dan
diperkirakan meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2025.
Bagi Sutopo, kondisi ini
perlu mendapatkan perhatian serius dan perlu dilakukan upaya penanganan
segera dalam jangka pendek. “Upaya penyediaan air melalui pemanenan air
hujan saat musim penghujan dan konservasi tanah perlu dilakukan,”
ucapnya.
Penulis: Ari Supriyanti Rikin/AF
Sumber: beritasatu.com, 9 Maret 2015
Kamis, 12 Maret 2015
Senin, 2 Februari 2015
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
telah melakukan berbagai penelitian dalam rentang rencana strategis
2010-2014. Melalui Pusat Penelitian Kependudukan (P2K), LIPI telah
mendalami isu perubahan iklim di berbagai wilayah Indonesia yang rentan
terhadap dampak perubahan iklim, serta isu ketenagakerjaan di bidang
perikanan. Sebagai tanggung jawab untuk memberikan informasi ke publik
mengenai hasil penelitian yang dilakukan, P2K LIPI akan menyelenggarakan
diseminasi dengan tema “Dinamika Kependudukan dan Perubahan Lingkungan
yang berwawasan Keamanan Insani” pada Selasa, 3 Februari mendatang.
Jakarta, 2 Februari 2014.
Selama periode Renstra 2010-2014, berbagai penelitian telah dilakukan
oleh P2K LIPI. Kajian ini meliputi (1) migrasi akibat perubahan iklim,
(2) kesehatan dan perubahan iklim, (3) adaptasi perubahan iklim pada
masyarakat petani dan nelayan, (4) perubahan iklim pada penduduk
perkotaan, (5) penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor perikanan, dan
(6) kebijakan pendidikan dan pelatihan sektor perikanan.
Temuan
penelitian di Kabupaten Lamongan, Lombok Timur dan Lombok Utara
menunjukkan migrasi menjadi strategi adaptasi terakhir bagi kelompok
masyarakat, khususnya petani, yang terkena dampak perubahan iklim.
“Adanya penurunan hasil produksi lahan dan kegagalan panen memaksa
penduduk, khususnya laki-laki dan/atau kepala rumah tangga, untuk
bekerja di luar daerah asalnya agar dapat mempertahankan ketahanan
ekonomi rumah tangga mereka,” ungkap Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan
Kemanusiaan, Prof. Dr. Aswatini.
Selanjutnya,
Aswatini menuturkan dampak perubahan iklim berupa intrusi air laut dan
kenaikan permukaan air laut dirasakan oleh komunitas nelayan di pesisir.
Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas hidup yang dialami oleh
kelompok masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada ketersediaan
sumber daya laut dan pariwisata. Selain itu, perubahan iklim berdampak
pada kemunculan kembali penyakit vector seperti malaria dan demam berdarah di beberapa daerah di Indonesia.
“Terkait
isu ketenagakerjaan di bidang perikanan, sinergitas kelembagaan yang
kurang menyebabkan tumpang tindihnyaberbagai usaha peningkatan keahlian
sumber daya manusia yang berkecimpung di sektor perikanan,” imbuh
Pelaksana Harian Kepala P2K LIPI, Dr. Herry Jogaswara. Oleh karena itu,
lanjut Herry, hasil kajianpun menawarkan model pengelolaan SDM yang
mampu mengakomodasi nilai dan pengetahuan. Selain itu, penguatan
kapasitas individu nelayan dan organisasi nelayan pada level lokal
sangat penting untuk mencapai penyerapan tenaga kerja yang optimal di
sektor perikanan.
Temuan-temuan
ini perlu didistribusikan dan dikritisi oleh pemegang kepentingan dan
lembaga terkait. Adapun narasumber yang akan hadir yaitu Prof. Dr. Ir.
Akhmad Fauzi M.Sc, Guru Besar Bidang Sumber Daya Lingkungan Institut
Pertanian Bogor, Dr. Sukamdi, M.Sc, peneliti senior Pusat Studi
Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada, Ari Muhammad dari
Dewan Nasional Perubahan Iklim, serta Arif Satria, jurusan Ekologi
Manusia IPB.
Sebagai informasi, Diseminasi ini akan
diselenggarakan pada Selasa, 3 Februari 2015 di Ruang Seminar PDII LIPI,
Jakarta. Berbagai mitra dari Kementerian, Lembaga Pemerintah Non
Kementerian (LPNK), perwakilan pemerintah daerah serta Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) akan hadir dalam diseminasi ini.
Rabu, 11 Maret 2015
Jumat, 13 Februari 2015
LKIR merupakan ajang
kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA atau sederajat berusia 12-19
tahun. Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan
kemampuan para siswa dalam menganalisa permasalahan dan mencari solusi
yang tepat melalui penelitian dan aplikasi ilmu pengetahuan dan
teknologi.Setiap peserta harus mengikuti semua persyaratan yang tercantum pada informasi di bawah ini sebelum membuat proposal penelitian.
PESERTA LKIR
Peserta LKIR adalah siswa SMP-SMA atau sederajat yang melakukan penelitian dan mengikuti seluruh proses seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku.Persyaratan:- Siswa SMP dan SMA atau sederajat, berusia 12-19 tahun terhitung pada tanggal 24 Agustus 2015.
- Perorangan atau kelompok maksimal 2 (dua) orang.
- Belum pernah menjadi pemenang LKIR dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
- Melampirkan surat keterangan/rekomendasi dari sekolah/instansi terkait dan daftar riwayat hidup yang berisi: nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, alamat, sekolah/instansi, nomor telepon/HP, dan email serta diketahui oleh orangtua atau wali.
- Karya Ilmiah yang sedang atau pernah diikutsertakan dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional lainnya, tidak dapat diikutsertakan dalam LKIR.
BIDANG PENELITIAN
- Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan/Social and Behavioral Sciences
Merupakan kategori LKIR yang berkaitan dengan studi sosial dengan beberapa sub tema: Psikologi (Psikologi Sosial, Psikologi Kognitif, Psikologi Fisiologis), Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi, Politik, dan lainnya. - Ilmu Pengetahuan Hayati (Life Sciences)
Merupakan kategori LKIR yang berkaitan dengan ilmu alam, berbagai kajian observasi, eksperimentasi, penyimpulan dengan ruang lingkup makhluk hidup, energi dan perubahannya, dan keilmuan tentang alam lainnya, dengan sub tema: Kimia, Biokimia, Biologi, Mikrobiologi, Ilmu Tumbuhan, Ilmu Hewan, Obat dan Kesehatan, Ilmu Lingkungan, Manajemen Lingkungan, Ilmu Matematika, dan lainnya. - Ilmu Pengetahuan Teknik
Merupakan kategori LKIR yang berkaitan dengan merancang dan menghasilkan perangkat-perangkat, struktur-struktur dan proses-proses yang dapat digunakan serta dapat berupa inovasi produk dan pengembangan system, dengan subtema: Fisika, Energi dan Transportasi, Teknik Mekanika dan Elektronika, Ilmu Komputer, Informatika, Teknik Material & Bioteknologi, dan lainnya. - Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Maritim
Merupakan kategori LKIR yang berkaitan kajian, observasi, dan menghasilkan perangkat-perangkat di bidang ilmu kebumian dan kemaritiman, dengan subtema: Astronomi, Klimatologi, Cuaca, Geokimia, Minerologi, Paleontologi, Geofisika, Geologi, Kelautan/Oseanografi, dan lainnya
PENGHARGAAN
Juara I: Uang tunai beserta piala dan sertifikat
Juara 2: Uang Tunai beserta piala dan sertifikat
Juara 3: Uang tunai beserta piala dan sertifikat
Pemenang akan berkesempatan untuk berpartisipasi di ajang kompetisi ilmiah internasional dan perkemahan remaja di Inggris dan Amerika.
Juara 2: Uang Tunai beserta piala dan sertifikat
Juara 3: Uang tunai beserta piala dan sertifikat
Pemenang akan berkesempatan untuk berpartisipasi di ajang kompetisi ilmiah internasional dan perkemahan remaja di Inggris dan Amerika.
Informasi lebih lanjut dapat mengakses tautan berikut ini:
http://kompetisi.lipi.go.id/lkir47
http://kompetisi.lipi.go.id/lkir47
SEKRETARIAT
Panitia Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-47 Tahun 2015
Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711, ext. 1273, 1274, 1276
Fax. (021) 5251834, 52920839
Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711, ext. 1273, 1274, 1276
Fax. (021) 5251834, 52920839
| » Kontak : BKHH |
JOGJA – Panitia
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 masih
memberikan waktu bagi generasi muda yang ingin masuk ke PTN. Pendaftaran
akan ditutup pada 15 Maret mendatang.
”Bagi masyarakat yang ingin mendaftar
SNMPTN masih ada kesempatan lima hari sebelum ditutup. Pengumuman hasil
seleksi SNMPTN akan dilakukan pada 9 Mei mendatang,” kata Wakil Rektor
UIN Sunan Kali-jaga Sutrisno kepada wartawan di UIN Sunan Kalijaga
seperti dikutip Radar Jogja.
Hingga Senin (9/3), secara nasional jumlah
pendaftar SNMPTN sebanyak 402.924 dari 11.346 sekolah. Dari jumlah itu,
63.394 di antaranya merupakan pelamar bidik misi. Untuk wilayah DIJ,
hingga kini pendaftar di UIN Suka sebanyak 4.245 orang, UGM sebanyak
33.813, UNY sebanyak 21.151 orang.
”Jelang penutupan, biasanya pendaftar
semakin banyak. Sebelum penutupan, kami minta segera mendaftar,” pinta
Direktur Akademik UGM Sri Peni Wastutiningsih.
Jelang penutupan, Peni meminta kepada
sekolah segera mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS). Sebab,
masih ada sejumlah sekolah di Jogjakarta yang belum mengisi PDSS,
padahal anak didiknya ada potensi masuk ke PTN yang diinginkan.
”Untuk mencegah penipuan, informasi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui website resmi panitia SNMPTN atau call center 08041450450,” jelas Peni.(jpnn)
- See more at: http://www.jpnn.com/read/2015/03/10/291662/Pendaftaran-Masuk-PTN-Tinggal-5-Hari-Lagi#sthash.FTSZW64H.dpuf
JOGJA – Panitia
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 masih
memberikan waktu bagi generasi muda yang ingin masuk ke PTN. Pendaftaran
akan ditutup pada 15 Maret mendatang.
”Bagi masyarakat yang ingin mendaftar
SNMPTN masih ada kesempatan lima hari sebelum ditutup. Pengumuman hasil
seleksi SNMPTN akan dilakukan pada 9 Mei mendatang,” kata Wakil Rektor
UIN Sunan Kali-jaga Sutrisno kepada wartawan di UIN Sunan Kalijaga
seperti dikutip Radar Jogja.
Hingga Senin (9/3), secara nasional jumlah
pendaftar SNMPTN sebanyak 402.924 dari 11.346 sekolah. Dari jumlah itu,
63.394 di antaranya merupakan pelamar bidik misi. Untuk wilayah DIJ,
hingga kini pendaftar di UIN Suka sebanyak 4.245 orang, UGM sebanyak
33.813, UNY sebanyak 21.151 orang.
”Jelang penutupan, biasanya pendaftar
semakin banyak. Sebelum penutupan, kami minta segera mendaftar,” pinta
Direktur Akademik UGM Sri Peni Wastutiningsih.
Jelang penutupan, Peni meminta kepada
sekolah segera mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS). Sebab,
masih ada sejumlah sekolah di Jogjakarta yang belum mengisi PDSS,
padahal anak didiknya ada potensi masuk ke PTN yang diinginkan.
”Untuk mencegah penipuan, informasi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui website resmi panitia SNMPTN atau call center 08041450450,” jelas Peni.(jpnn)
- See more at: http://www.jpnn.com/read/2015/03/10/291662/Pendaftaran-Masuk-PTN-Tinggal-5-Hari-Lagi#sthash.FTSZW64H.dpufSenin, 09 Maret 2015
Hampir bisa dipastikan bahwa berita
dan informasi tentang Pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik merupakan
salah satu berita yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh para guru dan
pengawas sekolah (termasuk saya :D).
Nah, kali ini “tentang Pendidikan” akan berbagi informasi tentang Pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik Tahun 2015, –yang diambil dari laman P2TK Dikdas,-
Dalam laman tersebut dijelaskan bahwa pada tahun anggaran 2015, penyaluran tunjangan profesi bagi seluruh guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) lulusan program sertifikasi tahun 2006 sampai dengan tahun 2014 akan dibayarkan melalui dana transfer daerah.
Sedangkan penyaluran tunjangan profesi bagi guru bukan PNS dan guru PNS binaan provinsi dan pengawas satuan pendidikan dibayarkan melalui pusat.
Kamis, 05 Maret 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Selama ini
proses pembelajaran Sejarah di
kelas XII Ilmu Pengetahuan Sosial kebanyakan masih mengunakan paradigma yang
lama dimana guru memberikan pengetahuan kepada siswa yang pasif. Guru mengajar
dengan metode konvensional yaitu metode ceramah dan mengharapkan siswa duduk,
diam, dengar, catat dan hafal ( 3DCH ) Sehingga Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM
) menjadi monoton dan kurang menarik perhatian siswa .Kondisi seperti itu tidak
akan meningkatkan kemampuan siswa dalam
memahami mata pelajaran Sejarah.
Memperhatikan permasalahan diatas, sudah
selayaknya dalam pengajaran Sejarah
dilakukan suatu inovasi. Jika dalam pembelajaran yang terjadi sebagian besar dilakukan oleh masing-masing
siswa, maka dalam penelitian ini akan diupayakan peningkatan pemahaman siswa
melalui pembelajaran kooperatif tipe JIG - STAD berbasis TIK yaitu perpaduan
antara Jigsaw dan Student
Team Achiement Division yang berbasis teknologi informasi.
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pendekatan
pengajaran yang efektif dalam pencapaian tujuan pendidikan, khususnya dalam keterampilan
Interpersonal siswa. Salah satu pendekatan
pembelajaran koperatif adalah dengan tipe JIGSAW dan STAD ( Student Team
Achiement Division ). Diharapkan melalui penggabungan pembelajaran
kooperatif dengan tipe JIGSAW dan STAD yang
berbasis TIK dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Sejarah serta
semangat kebersamaan dan saling membantu
dalam menguasai materi Sejarah, sehingga siswa dapat meningkatkan
pemahaman yang optimal terhadap mata
pelajaran Sejarah.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah
tindakan apa yang dilakukan guru untuk meningkatkan pemahaman siswa pada
mata pelajaran Sejarah. banyak faktor yang mungkin bisa menjadi penyebab terjadi
permasalahan tersebut diatas. Dengan merefleksi bersama antar guru
teridentifikasi akar permasalahan diduga penyebab masalah tersebut, yaitu penggunaan
strategi pembelajaran yang dilakukan guru Biologi masih konvensional, dominasi
guru dalam kelas dominan (teacher centered strategy).
B.
Perumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang, rumusan
masalahnya adalah apakah pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran
kooperatif tipe JIG - STAD berbasis TIK dapat meningkatkan pemahaman siswa pada
materi Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembentukan Pemerintahan Negara pada
Kelas XII IPS-3 SMA Negeri 1 Tanjung Selor?
Rumusan
masalah diatas dirinci sebagai berikut :
1. Apakah pembelajaran menggunakan metode
pembelajaran kooperatif tipe JIG – STAD berbasis TIK dapat meningkatkan
pemahaman siswa pada materi Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembentukan
Pemerintahan Negara pada Kelas XII IPS-3 SMA Negeri 1 Tanjung Selor?
2. Apakah pembelajaran menggunakan metode
pembelajaran kooperatif tipe JIG - STAD berbasis TIK dapat meningkatkan hasil belajar
siswa pada materi Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembentukan Pemerintahan
Negara pada Kelas XII IPS-3 SMA Negeri 1 Tanjung Selor?
C.
Pemecahan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka
alternatif cara pemecahan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan
pemahaman siswa pada mata pelajaran Sejarah melalui pendekatan kooperatif tipe JIG – STAD berbasis TIK dengan memperbaiki strategi pembelajaran.
2.
Untuk
mengetahui ada tidaknya hasil peningkatan siswa dalam pemahaman mata pelajaran Sejarah,
dengan pendekatan koperatif tipe JIG – STAD
berbasis TIK, lalu merancang evaluasi dan situasi belajar dengan pembentukan
kelompok-kelompok belajar
D.
Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian ini untuk memperbaiki
berbagai masalah yang timbul dalam pembelajaran Sejarah di kelas XII IPS-3 SMA
Negeri 1 Tanjung Selor.
Adapun tujuan
secara Rinci sebagai berikut :
1. Untuk memperbaiki peningkatan pemahaman
siswa pada mata pelajaran Sejarah dengan mengubah strategi pembelajaran
2. Untuk melihat hasil dari strategi
pembelajaran dengan melakukan observasi
E.
Manfaat Hasil
Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat :
1.
Bagi guru dapat menerapkan
inovasi baru dalam proses pembelajaran karena
guru akan mengubah paradigma stategi pembelajaran.
2. Siswa semakin termotivasi untuk meningkat
pemahaman mata pelajaran Sejarah.
BAB II
METODE
PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Bentuk
penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK berawal dari kesadaran
guru akan adanya permasalahan yang muncul pada proses pembelajaran di kelas.
Seperti yang sudah diungkapkan dalam bab terdahulu, guru sebagai peneliti
menemukan kekurangberhasilan proses dan hasil pemelajaran pada pembelajaran
sejarah khususnya pada materi peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembentukan Pemerintahan Negara.
Kegagalan tersebut terutama bersumber dari kekurangtepatan dalam menggunakan
metode pembelajaran. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan diatas,
peneliti melakukan tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil
belajar siswa. Tindakan tersebut adalah menerapkan model pembelajaran
cooperative learning tipe jigsaw – STAD berbasis TIK.
Pada
PTK ini, guru bertindak sebagai peneliti dan bekerja sama dengan 1 orang
kolaborator yang juga berprofesi sebagai guru bidang studi Sejarah.
B. Setting Penelitian
Penelitian
dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjung Selor,. Waktu penelitian berlangsung pada
semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011.
Subjek
penelitian berjumlah 24 siswa terdiri atas 15 siswa perempuan dan 8 siswa
laki-laki yang duduk dikelas XII IPS 3
C. Prosedur Penelitian
Prosedur
penelitian tindakan kelas ini hanya dibatasi dalam dua siklus yang
masing-masing meliputi: persiapan tindakan – implementasi tindakan – pemantauan
dan evaluasi – refleksi. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam memahami
materi sejarah pada konsep peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembentukan Pemerintahan Negara, pada
pra tindakan guru memberikan materi tentang konsep awal tentang peristiwa
sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945
dan Pembentukan Pemerintahan Negara. Kegiatan dimulai dengan memberikan
materi tentang peristiwa sekitar Proklamasi
17 Agustus 1945 dan Pembentukan Pemerintahan Negara, kemudian membentuk
kelompok awal dengan jumlah dalam 1 kelompok 4 orang, kemudian guru memberikan
tugas kepada setiap kelompok untuk membahas sub topic yang akan dibahas. Pada
Siklus I tindakan yang dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran
cooperative learning tipe Jigsaw – STAD berbasis TIK, yaitu ketika diskusi awal
mereka melakukan system jigsaw (tim ahli), sedangkan untuk evaluasi yang
dilakukan dengan menggunakan model STAD, informasi yang mereka peroleh dapat
diambil dari fasilitas internet melalui browsing informasi, mempresentasikan
hasil kerja dengan menggunakan media macromedia
flash atau Microsoft power point.
Setelah pembelajaran atau tindakan pada siklus I berakhir, guru, kolaborator
dan siswa mengadakan diskusi dan refleksi untuk menemukan berbagai kelemahan
ataupun kelebihan. Temuan pada siklus I dijadikan pertimbangan untuk
memperbaiki rancangan pembelajaran Siklus II.
![]() |
D. Teknik Pemantauan
Ada beberapa teknik pemantauan yang
diterapkan pada PTK ini,
1. Pengamatan partisipatif, yaitu
dilakukan oleh guru yang bersangkutan dan satu orang kolaborator, pengamatan
ini dilakukan untuk merekam perilaku, aktivitas guru dan siswa selama proses
pembelajaran berlangsung.
2. Teknik wawancara secara bebas,
dilakukan untuk mengungkap data yang diungkapkan dengan kata-kata secara lisan
tentang sikap, pendapat, wawasan subjek penelitian maupun kolaborator mengenai
baik buruknya proses pembelajaran yang telah berlangsung.
3. teknik pemanfaatan data dokumen
meliputi : silabus dan sistem penilaian, catatan guru, hasil nilai unjuk kerja,
hasil pengisian angket siswa, foto-foto kegiatan pembelajaran
E. Kriteria Keberhasilan Tindakan
Untuk memudahkan pemantauan, analisis dan
pengambilan kesimpulan terhadap kebrhasilan tindakan yang dilakukan, perlu
ditetapkan kriteria keberhasilan tindakan. Untuk itu peneliti dan kolaboratpr
menentukan kriteria sebagai berikut.
1. peningkatan kualitas proses relajar siswa
dengan indikator :
a. adanya peningkatan keterlibatan siswa
dalam proses pembelajaran
b. adanya peningkatan kerjasama antarsiswa
dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran
2.
peningkatan hasil belajar siswa dengan indicator
a.
adanya peningkatan perasaan puas pada siswa
b.
adanya peningkatan kompetensi psikomotor, afektif dan
kognitif siswa dalam pembelajaran ini
F. Teknik
Analisis Data
Dalam
menganalisis data, peneliti membandingkan dan mendiskusikan catatan peneliti
dengan catatan kolaborator. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini sebagian besar berupa analisis deskriptis kualitatif. Teknik ini
digunakan untuk mengolah data yang bersifat kualitatif, baik yang berhubungan
dengan keberhasilan proses maupun hasil pembelajaran. Adapun data yang bersifat
kuantitatif seperti nilai unjuk kerja (hasil diskusi dan laporan) akan
dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif sederhana, yakni dengan
membandingkan nilai rerata.
Analisis
data yang akan dilakukan meliputi empat tahap. Tahap pertama, data yang
terkumpul dari berbagai instrument seperti lembar pengamatan, catatan guru,
angket siswa, catatan hasil kegiatan wawancara, hasil tes unjuk kerja, dan
dokumentasi foto dikelompokkan menurut pokok permasalahan yang sejenis. Tahap
kedua, data tersebut disajikan secara deskriptif kualitatif. Tahap ketiga
adalah inferensi, yaitu menyajikan data dalam bentuk tabel atau diagram. Tahap
keempat adalah penarikan kesimpulan secara induktif, yaitu menafsirkan data
yang sudah dikelompokkan.
Dari
hasil analisis data diatas, akan ditarik kesimpulan secara keseluruhan dengan
menyatakan kebenaran hipotesis tindakan yang telah ditetapkan.
“G
R A S P”
GOAL
Go Green School
•
( Pengolahan Sampah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi)
ROLE ( Peranan Siswa )
•
Sebagai pemerhati lingkungan
•
Sebagai entrepeneur
•
Sebagai seorang pebisnis( dapat menjual hasil pengolahan
sampah)
AUDIENCE
•
Guru –guru yang terkait dengan project ( guru ekonomi,
guru kimia, guru bahasa indonesia) sebagai pihak fasilitator
•
Orang yang berkompeten dalam pembuatan kompos
•
Para pengrajin bahan-bahan daur ulang
•
Para penjual yang menjual barang-barang daur ulang
SITUATION
•
Siswa melihat masalah sampah dilingkungan sekolah
•
-siswa melakukan identifikasi sampah organik dan organik
•
-Siswa menemukan solusi pemanfaatan sampah organik dan
anorganik
•
-siswa merancang desain pemanfaatan sampah anorganik yang
memiliki nilai ekonomis
PRODUCT
•
siswa dapat membuat produk dari bahan organik (berupa
pupuk cair dan pupuk kompos)
•
siswa dapat membuat produk dari bahan anorganik
STANDART
Menanam rasa ingin tahunya tentang iptek, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian nyata
Langganan:
Postingan (Atom)

